aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Bangkai

Orang-orang lalu lalang. Anjing-anjing berkeliaran. Kucing-kucing kelaparan mengais sisa-sisa. Sisa. Ya, sisa. Sebenarnya tidak cuma kucing-kucing kelaparan, saya pun mengais sisa-sisa disini. Sisa-sisa jejak kewarasan yang menjelma dalam kegilaan. Sisa-sisa manis senyum dibalik kecap pahit. Sisa-sisa kemanusiaan dari bangkai-bangkai di jalanan. Saya tidak pernah mengira, untuk bisa “hidup” akhirnya harus mengais sisa.

Tapi daripada mengendalikan mulut, telinga dan indera milyaran orang di bumi memang lebih baik mengendalikan indera sendiri. Orang yang tahu belum tentu bisa melakukan. Begitulah, gap pengetahuan dan praktik memang kentara. Makanya saya belakangan belajar lebih banyak diam terutama untuk hal-hal yang belum dapat saya jangkau. Bagaimanapun juga, saya ingin tiap pengetahuan dan ide di kepala membenda. Dia akan berbunyi sendiri, menjadi suara, tak cuma jadi gema yang mengekor dibalik gema-gema lainnya.

Tapi butuh kesabaran yang sialan rupanya–untuk membiarkan salah menjadi salah dan rusak menjadi rusak, untuk membiarkan semuanya terjadi apa adanya.

Ah, para stoic sialan mungkin belum pernah benar-benar kehilangan saja.

Anak-anak filsafat sibuk mengutip, aktivis sibuk aksi — sebagian terus menuntut pemerintah, sebagian membuat metode alternatifnya sendiri, anak-anak sains sibuk hidup di menara gading, berada diantara deretan angka-angka menata tiap logika, menyimpulkan mana yang logis dan tidak, anak-anak engineering sibuk bekerja — sebagian jadi buruh berdasi saja tapi menolak kesamaannya dengan buruh kasar, atas nama sertifikat dan tingkat pendidikan mungkin. Tapi sama saja, semua terjebak dalam arus masing-masing.

Diantara bangkai-bangkai ini lagi-lagi saya mempertanyakan hal yang sama ; makhluk macam apa kebebasan itu?

Realita masih sama memuakkannya.

Hancurkan saja dunia yang ini?

2 comments on “Bangkai

  1. Iramani
    June 19, 2015

    Kamu itu keren!

    • Septia Agustin
      June 24, 2015

      wah, biasanya yg ngomong gini pengen ditraktir ngopi. hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 29, 2015 by in Rekayasa Otak.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: