aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Liyan

Seekor liyan terus memberontak dari penguasaan diri. Dia dibelenggu, diredam, ditekan oleh diri hingga tidak muncul dipermukaan. Akhirnya dia teredam, berjarak dari realitas dan ke-ada-an yang ditimbulkan diri.Tapi yang tak terlihat bukan berarti tak ada. Yang tak muncul bukan berarti hilang sama sekali. Sekalipun telah di bunuh oleh diri, liyan tidak pernah benar-benar mati.

Akhirnya liyan menelusup ke dalam apa yang disebut freud sebagai “Id”, apa yang disebut Jung sebagai “shadow”. Tapi diri tetap memberontak, menyangkal, membunuh liyan — tanpa sadar melakukan dehumanisasi pada dirinya sendiri.

Ada hal yang harus diterima anak manusia sebagai bagian dari dirinya sendiri. Tiap sisi gelap, tiap pikiran-pikiran dan tindakan jahat, tiap hal-hal yang disembunyikan sehingga berujung pada keterasingan.

Ya, terasing. Kata-kata yang pahit sekaligus manis. Identifikasi-atribusi-solusi-evaluasi yang terus dilakukan anak manusia untuk mengenal diri dan lingkungannya sendiri tak jarang berujung pada alienasi. Si anak manusia terus berkembang, kadang jadi jauh lebih cepat dari lingkungannya. Mungkin keterasingan adalah syarat mutlak jika dia ingin terus terbang.

Liyan yang terus memberontak adalah benih revolusi. Entah itu revolusi di diri sendiri ataupun sebuah negara– tak jauh berbeda. Yang terus ditekan dan tak dianggap ada suatu saat akan meng-ada. Mencari bentuknya sendiri, entah dalam drama, manipulasi, permainan — atau yang lebih mengerikan lagi, mengambil kontrol dari diri sendiri.

Liyan adalah jiwa yang bebas. Sekelam apapun itu, Liyan adalah sisi paling jujur. Bagi si Liyan yang liar ini, bentuk “benda” ataupun “metode” yang ditunjukkannya hanya sebatas opsi lainnya saja. Liyan berada dibalik semua pilihan tindakan atau diri yang ditunjukkan.

… dan akhirnya liyanmu juga menjadi semacam candu yang lain buatku, Bung.

3 comments on “Liyan

  1. mylittlecanvas
    April 15, 2015

    Liyan siapa itu kk? ;))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 13, 2015 by in Bung.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: