aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

erotisme sadomistis dan realisme anarkis

IMG_20150325_172908

Dia terdampar lalu mulai melakukan kebiasaan lamanya; menelanjangi sekitar.

Hujan disini deras sejak siang tadi, tapi justru ini yang sangat ia suka. Drainase murahan akibat proyek yang disunat sana-sini dan perencanaan yang gagal diawal membuat jalanan didepannya banjir. Tapi justru itu yang ia suka. Jalanan mendadak sepi, orang-orang menolak keluar rumah. Sesuatu yang biasanya penuh mendadak sepi, kosong. tapi justru yang ia suka. Kebanyakan manusia dan konsep pembangunan modern cuma jd virus bagi alam. Tak banyak arsitek yang mengklaim dirinya sebagai arsitektur humanis seperti Romo Mangunwijaya. Ah, si kakek sialan itu bahkan menuliskan buku arsitekturnya dari konsep dialektika heidegger dan fenomenologi derrida. Ah, perkawinan ilmu dan praktek yang tak lepas dr konsep filosofis selalu bisa membuatnya girang.

Rumah yang ini sempat ia lupakan. Jalanan basah tapi disini berdebu. banyak yang sudah ia tinggalkan. Belakangan ia jatuh cinta lagi pada laut, pada dunia perahu layar yang baru ia kenal sebulan terakhir. Ada di tengah laut, diterjang ombak, meniti angin bisa memberikan ekstase yang dibutuhkannya, adrenalinnya selalu meningkat tajam. Angin dan gelombang tidak perlu ditahan, tidak perlu pula dilawan dengan mesin kapasitas tertentu. Setiap angin dan arah arus membuka jalan baru. Tinggal kembangkan layar dan temukan arus yang tepat. Lalu ditengah riak akan kita temukan kebebasan.

Apapula yang lebih erotis dari pencari kebebasan? Sekedar buka baju lalu ngencuk sampai keluar rasanya tidak begitu erotis, tidak begitu indah. Yang mencari kebebasan tidak sekedar buka baju, tapi juga membuka jiwanya sendiri, menyelam dalam lapisan-lapisan kesadaran yang semakin dalam, membuka ruang terhadap segala kemungkinan dan ketidakpastian. dia tahu tak ada batas yang pasti, tak ada rencana yang pasti, tak ada kepastian tidak akan menghadapi krisis, tidak ada kepastian akan keamanan. Sebuah aksi anarkis yang mendobrak dinding pemikiran dan perbuatannya sendiri, bahkan termasuk menghancurkan ‘dirinya’ (saat ini) jika diperlukan.

Sama seperti ketika berada ditengah laut. Ketidakstabilan adalah sesuatu yang pasti. Mencari kebebasan lewat kestabilan disana adalah omong kosong. Tapi kita selalu bisa mengembangkan layar, menemukan arus yang tepat, meniti angin. merasakan kebebasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 25, 2015 by in Rekayasa Otak.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: