aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Absurditas

Nyaris setengah hari aku disini. Melompat-lompat diantara pekerjaanku yang belum rampung, kajian yang kerangkanya masih belum dalam, Data-data yang masih tersebar acak, pikiran-pikiran sahabatku yang belum jelas sistemnya, kegelisahannya yang belum terbahasakan sempurna–yang bahkan belum ia sadari sepenuhnya, segala hiruk pikuk dunia. Lalu tetiba absurditasmu memberikan warna.

Dua tahun sudah aku menulis di rumah maya yang ini. Hari yang sama dengan ulang tahun Gie. Kebetulan yang menyenangkan buatku. Walaupun dalam pisau analisa filsafat perenial ataupun fisika kuantum kata “kebetulan” sebenarnya tak pernah ada. Yang kita sebut “kebetulan” adalah sebuah aksi-reaksi antara interaksi kita dengan segala aspek di dunia. Sebuah superposisi dari tiap-tiap pilihan.

Tulisan adalah semacam mesin waktu rupanya. Ada jejak-jejak transformasi yang tanpa sengaja terekam di dalamnya. Ah, transformasi. Sebuah guncangan kehidupan yang indah ketika kesetimbangan hidupmu kamu ganggu atau terganggu. Sebagian bertransformasi karena tak punya pilihan. Sebagian lagi mentransformasi dirinya, menjadikan dirinya percobaan sosialnya sendiri. Aku? Aku keduanya.

Ah, transformasi. Persis seperti Che yang mengijinkan dunia mengubahnya, barulah dia mengubah dunia. Tapi tentu transformasi Che bukanlah transformasi yang dibuat-buat, bukan sekedar trend postmo aktifis-aktifis ngehek dewasa ini. Transformasi Che berjalan seiring luasnya dunia yang dia lihat. Dan benturan antara teori-teori di buku, ide-ide di kepala, dan realitas di lapangan itu….. rupanya bukan main indahnya.

Tapi rupanya absurditas hidup memang sangat mirip dengan absurditas kelakuanmu. Mungkin ini bukti kalau kamu memang anak kehidupan itu sendiri. Sesaat semuanya suci lalu jadi kotor lalu suci lagi. Sesaat semuanya baik lalu jahat lalu jadi baik lagi. Sesaat semuanya mulia lalu jadi menjijikan lalu jadi mulia lagi. Dan segala paradoks hidup lainnya. Tak pernah ada definisi yang berlaku selamanya. Tapi bukankah sesaat adalah waktu yang paling abadi? Karena detik sebelumnya sudah jadi nostalgia dan detik setelahnya masih angan-angan. Yang dapat dirangkul semua indera hanyalah sesaat—saat ini saja. Begitu juga transformasi, adalah kuanta-kuanta kecil dari tiap sesaat yang kita hidupi. Laju percepatan transformasi rupanya sebanding dengan seberapa banyak “sesaat” yang kita hidupi. Ah, lagi-lagi ini absurditas waktu. Mungkin ini pula yang menjelaskan kenapa dua tahun terakhir jadi sialan sekali rasanya.

Dan menemukan absurditasmu diantara hidupku yang sudah absurd benar-benar memberikan warna yang lain, warna yang unik dan menyenangkan yang selalu bisa melebur harmonis dengan warnaku. Lewat absurditasmu kuamini juga Sapardi;  yang fana adalah waktu, kita abadi. 

2 comments on “Absurditas

  1. aditpamunkas
    September 11, 2016

    kamu keren aku suka

    • .
      October 21, 2016

      amacacih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 17, 2014 by in Bung.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: