aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Rendezvous

Lelaki itu menghisap dalam-dalam kretek kesukaannya. Dia duduk di beranda diteduhi keremangan lampu dan nyamuk-nyamuk nakal yang menari-nari disekitarnya. Udara disini terasa kering dan panas. Bahkan hujanpun membawa hawa yang panas. Sungguh berbeda dengan kotaku.

Kami selalu bertemu diantara kebetulan-kebetulan sialan semesta. Tak ada yang pernah kami rencanakan. Tak ada janji yang dibuat untuk sekedar ngopi. Aneh, sungguh aneh. Kami selalu bertemu disaat-saat hidupku memang sialan dan aku butuh benturan pemikiran yang cukup sialan.

Dunia kami berbeda. Dia selalu tertawa terhadap pola pikirku yang terlalu saintis. Maka akupun mengejek pola pikirnya yang terlalu antropologis. Dia hanya tersenyum-senyum  sambil memainkan asap rokoknya saat aku dongengkan soal mekanika, kuantum ataupun Interstellar yang baru kutonton. Akupun hanya memain-mainkan kursiku ketika dia balik bercerita soal analisis sosial, kompleksitas sosial, agen, aktor, struktur dan sistem. Itu dunia yang ia tinggali.

Tapi itu semua cuma jadi basa-basi bagi kami.

Tiba-tiba ia menertawakanku. Menertawakan apa yang ia sebut sebagai libido keingintahuan yang terlalu besar yang ada di diriku. Dia bilang aku sialan. Aku ajaib. Aku mengerikan. Mengingat perekayasaan sosial yang kulakukan untuk memuaskan libido keingintahuanku. Dia bilang aku sedang lari. Lagi-lagi aku terlalu jauh lari. Tapi lariku jadi begitu mengerikan. Lagi-lagi aku cuma tertawa sambil memainkan segelas kopi hitam yang tadi ia buatkan. Kopi hitam tanpa gula, kesukannya persis seperti kesukaanku, yang kami minum segelas berdua.

Rasa humornya sungguh sialan. Dia menjadikan hal-hal kelam yang terjadi di diriku selayaknya lawakan srimulat saja. Ah, atau lawakan om-om lebih tepatnya, mengingat umurnya yang makin merambat mendekati angka tiga.

Kami bercengkrama dua kali minggu itu, di beranda yang sama, dengan cuaca yang sama, asap kreteknya yang sama, nyamuk nakal yang sama. Ia menamparku berkali-kali lewat humornya. Menyinggungku disana dan disini, tentang pelarianku, tentang urusan-urusanku yang belum selesai. Kali terakhir aku tak sengaja bertemu dengannya aku juga sedang berada pada masalah sialan lainnya. Sialannya dia adalah dia selalu menarik Ikarus ini ketika aku mulai terbang bebas mendekati matahari dan mulai terbakar lagi. Ia menarikku keras hingga jatuh ke tanah, menamparku berkali-kali agar tak melulu kuhidupi hiper-realita di kepalaku.

Dan aku menerimanya. Sebab kami tak benar-benar punya alasan untuk saling peduli dan memperhatikan. Ia punya hidupnya, punya gadisnya, punya dunianya yang berbeda denganku. Kami tak bertukar basa-basi sapaan seperti dengan lainnya. Kami bahkan tak benar-benar bersahabat, perkenalan kami adalah kebetulan, pertemuan kami tak pernah direncanakan. Tapi ia peduli, ia memperhatikan, ia memahami. Dari dia pula aku belajar ketulusan. Remedium Amoris.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 28, 2014 by in Mesin Waktu.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: