aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Sejarah Kebosanan

Kebosanan dan stagnansi, selain adrenalin yang meningkat dari rasa ingin tahu, rupanya menjadi semacam sumber energi yang kurang ajar buat diriku. Sudah hampir tiga tahun dari waktu kebosanan maksimal melanda. Maka aku bergerak lebih jauh, menjelajah alam-alam pikir yang buat orang lain terlalu liar dan tabu.

Tapi rupanya ada waktunya sekedar berpikir juga menjeratku kedalam kebosanan dan stagnansi lain. Lalu kubuat sendiri laboratorium sosialku. Tempatku menjadi dasamuka, memainkan berbagai macam peran, menjadi penipu ulung hanya untuk menguji hipotesa-hipotesa di kepalaku. Otakku yang pada dasarnya sudah sangat aktif sekarang semakin menjadi-jadi. Aku bergerak jauh keluar zona nyaman, bahkan sekarang zona nyamanku jadi terbalik dari orang-orang kebanyakan. Aku justru sangat nyaman pada ketidakpastian, hidup yang sangat cair dan dinamis, benturan realita yang mematahkan hipotesa di kepalaku. Semakin hipotesaku salah, semakin besar benturan realita, semakin aku tidak bosan dan semuanya jadi semakin menyenangkan.

Tadi sahabatku bertanya, kalaupun pikiranku direpresentasikan dengan suatu kata, kata apakah yang cocok? Aku jawab “puzzle”. Entah kenapa kata itu yang terlintas pertama. Tapi rasanya sangat menyenangkan menemukan keterkaitan dan jaring-jaring dari semua pikiran  yang lewat di kepala dan menemukan pola-pola. Ah, aku ketagihan pada sesuatu yang absurd, utopis, kompleks, tidak pasti dan sulit dimengerti.

Awal mulanya adalah kebosanan terhadap manusia. Itu terjadi belasan tahun yang lalu. Pertanyaan-pertanyaan pertama soal hidupku yang aneh dan ketidakpahamanku terhadap banyak aspek didalamnya. Tentang apa yang membentuk manusia, tentang respon manusia terhadap sekitarnya, tentang memahami ledakan gunung api yang terjadi di masa-masa itu.

Lalu kebosanan itu bergerak menjadi pertanyaan-pertanyaan tentang dogma, agama, tuhan dan yg menjadi basis nilai manusia. Lalu bergerak lagi menjadi kebosanan ruang kelas yang rigid dan ilmu engineering yang bergerak jauh dari filsafat ilmunya.

Lalu kebosanan itu bergerak lagi menjadi sistem dunia yang ideal, interaksi antar manusia yang ideal dan menulusup kedalam perekayasaan dunia agar dapat hidup koeksisting. Semua rencana telah tersusun rapi di kepalaku, tentang ilmu apa yang harus kupahami lebih lanjut, rencana riset hingga 10 tahun nanti, infrastruktur yang cocok untuk mencapai semuanya, jaringan dan orang-orang tepat atau sejenis yang bisa kuajak jalan bersama. Ah, bahkan dengan memikirkan hal-hal tersebut dan strategi pencapaiannya adrenalinku meningkat tajam. Sialan.

Aku sesungguhnya bukan orang yang serius. Tapi rupanya apa yang jadi komedi dan permainan menyenangkan buatku tergolong aneh untuk disebut menyenangkan. Gerak terliarku selalu dimulai dari stagnansi dan kebosanan. Semua yang digenggam erat orang-orang dan dipegangnya sampai mati kujadikan semacam baju saja yang bisa kupasang dan kucopot seenaknya. Kulit asliku? Ah, coba saja kalau kamu benar-benar bisa menemukannya.

Ah, sepertinya kedepannya ini akan semakin menyenangkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 8, 2014 by in Mesin Waktu.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: