aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Monolog Dua Arah

Suhu Bandung pukul setengah dua dini hari ini cuma satu derajad lebih dingin daripada suhu di kotamu, setidaknya kota dimana kukira-kira engkau berada. Pikiranku malam ini melompat-lompat dari satu puncak pemikiran ke pemikiran-pemikiran lainnya. Tapi tak ada yang selesai. Seperti hal-hal lain yang belum kuselesaikan. Kali ini aku belajar bersabar untuk tak serta merta memeluk hal-hal di depanku sebagai kebenaran. Engkau tahu, betapa tidak sabarnya aku mengumpulkan keping-keping kehidupan yang absurd ini. Betapa tidak sabarnya aku untuk memahami semesta yang luas dan tua jika dibandingkan hidupku sebagai manusia yang singkat dan kecilnya jarak tempuh yang bisa dilangkahkan kakiku.

Seperti katamu, hidup memang absurd. Seabsurd emotional detachment yang tak secara langsung menjadi defence mechanism. Seabsurd aku yang sukar memahami komunikasi non-verbal atau dark comedy kesukaanmu dalam topik-topik tertentu. Seabsurd aku yang sulit memahami ketidakmampuanku melepaskan beberapa imaji, termasuk tentangmu.

Sejarah peradaban manusia adalah sejarah pembebasan. Tapi manusia akan selalu terikat, entah di dunia fisik ataupun metafisik. Apapula artinya free will dalam dunia fisik yang semuanya terikat dalam hukum fisika? Untungnya hidup kita singkat, kita tak bisa mendapatkan data yang tepat untuk menerjemahkan segala variabel kompleksitas semesta dan memprediksi dengan nyaris tepat segala gerak semesta. Untungnya begitu, maka kita bisa mendapatkan adrenaline yang membuat hidup bergelora dari ketidakpastian-ketidakpastian hidup.

Begitupun cinta. Cinta adalah suatu usaha pembebasan juga. Termasuk usaha pembebasan Cinta dari kata cinta itu sendiri. Karena kata-kata adalah pembatasan juga pada akhirnya. Dan aku tak ingin mendapatkan definisi dari kata cinta. Sebab cinta berhenti menjadi cinta bila kubatasi ia pada ruang definisi dan kata-kata. Hidup itu seharusnya bebas dan manusia harusnya cair. Dan tak ingin aku membatasi manusia bebas untuk masuk dalam satu definisi. Maka mungkin akupun tak akan bisa paham apa-apa yang ada di dunia, termasuk kamu, termasuk cinta.

Ada sayap terpasang di punggungmu. Nyaris identik dengan sayap yang ada di punggungku. Maka pembebasan adalah caraku memberi makna pada kata cinta untukmu. Tak ada yang perlu dimiliki. Bahkan tak ada yang butuh dimiliki. Tapi selalu ada halte tempat engkau bisa singgah. Tempatmu makan Tempe, memberi asupan protein yang bagus untuk perjalananmu. Tempatmu beristirahat sejenak sebelum terbang lagi. Tempatmu bebas sebebas-bebasnya tanpa perlu terikat apa-apa. Biar rasa kangen menjadi melankoli nostalgik. Menjadi pengingat atas perasaan yang entah kenapa menjadi berlipat-lipat bahkan tanpa perlu interaksi yang khusus. Mungkin karena ada partisi dari dirimu yang mulai dari titik itu menjadi perjalanan dialektika hidupku. Lucu, bagaimana manusia bisa bebas dan juga terikat pada satu waktu. Lucu, bagaimana kamu menyertai langkahku tanpa perlu benar-benar disampingku. Ah, bukankah hidup memang absurd, R?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 21, 2014 by in Rekayasa Otak.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: