aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Untuk Seorang Teman Baik– @vfirstari

Aku memang sering terlalu sibuk bertanya soal hidup sampai lupa benar-benar hidup, sibuk berpikir ‘teori bernafas’ sampai lupa bernafas, sibuk ‘mencari’ sampai lupa melihat yang ada dihadapanku, sibuk ‘bertahan sendirian’ sampai lupa orang lain. Kalau aku serupa labirin, mungkin kamu adalah salah satu dari sedikit orang yang aku tunjukkan sisi dalamnya tanpa kuijinkan tersesat. Sayangnya kamu bukan jadi orang pertama yang kutulis disini, maaf, kemarin-kemarin ada yang ‘aneh’ dan terlalu menarik, ya aku tau kamu pasti mengerti.

Belakangan hidup terlalu tidak menyenangkan, terlalu gelap. Sampai-sampai aku heran, bagaimana mungkin manusia menjadi homo socius padahal nalurinya adalah homo homini lupus. Belakangan terlalu gelap sampai aku tak bisa melihat apa-apa, tidak bisa mempercayai apa-apa. Jurang kenihilan kali ini rupanya lebih dalam dari yang kuceritakan setengah tahun yang lalu disaat terakhir kita bertemu. Disaat  hal-hal itu mencapai puncaknya. Aku lupa sebenarnya selalu ada kamu.

Masa yang terkenang memang selalu menyenangkan. Bagaimana pikiran-pikiran “anehku”, pertanyaan-pertanyaanku dan pencarianku muncul, kamu salah satu yang paling awal tahu. Atau soal apa-apa yang pada akhirnya “kubakar” dan kutinggalkan dari diriku, atau soal sepi yang tak semua bisa paham. Ah, dari jaman SMA dulu bukannya kita sudah bercanda, seandainya kamu cowok pasti sudah kupacari. hahaha. Sedetik sebelum tulisanmu dari setahun yang lalu itu kubaca, aku sebenarnya ingin mengubur semua-muanya. Apapula spesialnya kenangan-kenangan di masa lalu itu? Beberapa kenangan yang menjelma menjadi trauma malah terlalu mengganggu belakangan, membuatku tak bisa kemana-mana, terperangkap pada masa lalu. Anak-anak serupa gelas, dan orang tua adalah pencetaknya.. sebagian ada yang retak dan sebagian ada yang hancur berkeping-keping. Beberapa hal terlalu ingin kulupakan belakangan karena tak membawaku kemana-mana, apalagi membuatku mengalahkan sisi diriku yang lain. Tapi kamu lagi-lagi mengingatkan… bahwa kenangan yang traumatis itu yang justru membentuk aku yang ini. Yang kamu bilang bisa berdiri tegak melawan arus, berteriak lantang sekalipun yang lain diam. Aku bahkan sudah lupa sisi diriku yang itu. Belakangan aku memang terlalu tenggelam. Aku lupa, dari sebuah kehancuran total akan ada pembangunan yang baru, saat ini aku masih membangun tapi rupanya ada puing-puing yang tak sudi kulepaskan. Entah karena apa. Mungkin karena aku tak sudi memaafkan pun tak tega balas dendam.

Kamu juga tahu, disaat-saat dulu semacam do’a dan Tuhan bisa menjadi sebuah kekuatan tersendiri. Tapi sekarang berbeda, dan memang sedikit jadi lebih sukar daripada waktu-waktu itu. Pada akhirnya “do’a” dan “Tuhan” adalah pelarian manusia dari hidupnya. Paling tidak itu yang kusadari dari bercermin di diriku. Aku masih mencari, dan yang jelas bukan “Tuhan” semacam itu yang ingin kucintai. Entah akan berakhir seperti apa aku tak tahu.

Aku tak pernah percaya kebetulan, tar. tapi postingan tumblr-mu setahun yang lalu yg baru ketemui siang ini adalah segala yang kubutuhkan. Lately I’m pushing away everyone, I don’t trust anyone or anything even my self… and the ghosts from the past haunt me all the time. Ya, kamu selalu tau betapa nggak sehatnya aku kalau sudah kambuh.

Tapi kamu tau apa saat-saat paling lepas? yaitu pada saat tak mengharapkan apa-apa tiba-tiba aku mendapatkan apa yang aku butuhkan.

Thanks dear, cant wait to see you soon.

Spesial untuk Firstari Vashti, sahabat yang paling mengenal saya… terimakasih untuk mesin waktumu yang datang disaat yang tepat (http://vfirstari.tumblr.com/post/40187776605/seorangtemanbaik)

 

P.S : akan selalu menarik melihat bagaimana kita sama-sama berkembang kedepannya, tar.. Bukankah hidup penuh dengan kejutan-kejutan yang pada akhirnya selalu bisa dibuat menyenangkan?🙂

P.P.S. yuk sama-sama kelarin skripsi lalu bertualang ke tempat antah berantah berdua saja.. rencana lama yang gak kunjung direalisasikan jangan sampai jadi wacana! hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 19, 2014 by in Mesin Waktu.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: