aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Sebermula Adalah ……

Sebermula adalah abadi. Lalu abadi kita khianati menjadi penggalan-penggalan satuan waktu yang kita ciptakan sendiri. Lalu ketika kita mencari kembali si abadi dengan menyatukan penggalan-penggalan satuan waktu yang kita ciptakan itu, si abadi menghilang dengan sendirinya.

Sebermula adalah satu. Lalu satu kita penggal menjadi setengah, tiap setengah kita bagi lagi menjadi seperempat dan seterusnya kita bagi terus tanpa akhir. Kita jebak diri kita dalam zeno paradoks. Kita hidupi penggalan-penggalan dengan berharap menuju yang satu. Tapi satu tak pernah terkumpul utuh, karena sembari menuju satu, penggalan-penggalan itu kita bagi terus menerus– tak pernah ada yang selesai.

Sebermula adalah setitik pasir. Lalu ia mengikuti kemana alam membawanya. Dalam sekian rentang waktu ia menjelma menjadi sebuah kerikil. Kerikil itu ditempa lagi melebih yang kemarin-kemarin atau kerikil-kerikil seusianya, hingga ia tak lagi jadi karbon biasa. Tapi ia tak pernah meminta menjadi mulia, bahkan ia hanya ingin hilang saja. Hingga pada rentang waktu tertentu ia menjelma menjadi bukit, lalu menjadi gunung tinggi, hingga ia bisa menantang langit yang konon tempat Tuhan bertahta. “Tuhan, jika engkau ada, kenapa tak kau lenyapkan saja aku dari dulu? kenapa tak kau jadikan aku setitik pasir yang terdegredasi menjadi debu dan perlahan tak kasat mata? Aku tak ingin ada! Aku tak ingin menjadi apa-apa! Aku hanya ingin hilang saja!” demikian katanya tiap kali ia melihat secercah cahaya yang berbeda di langit yang dikiranya Tuhan itu.

Sebermula adalah Tiada, lalu menjadi Tuhan untuk kembali menjadi Tiada.

Sebermula adalah kekosongan dalam atom lalu  kita pahami sebagai benda kasat mata untuk kembali melebur dalam ketiadaan.

Jiwa-jiwa lelah yang berasal dari ketiadaan, kembalilah kepelukan ketiadaan, tak perlu berharap pada ke-ada-an, ke-ada-an hanyalah sementara, yang pasti adalah ketiadaan.

Jiwa-jiwa yang lelah, tenanglah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 16, 2014 by in Prosa.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: