aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Duhai Engkau Yang Namanya Terlalu Banyak

Duhai Engkau yang namanya terlalu banyak. Dengan nama apakah Engkau selayaknya disebut? Ada yang menyebutmu Tuhan. Ada yang menyebutmu Allah. Ada yang menyebutmu Yahweh. Ada pula yang memilih untuk tidak menyebut namamu. 

Jika ada yang kudapat dari sastra yang hidup — bahwa banyak kata-kata yang agung sebenarnya kosong belaka, dan adapula kekosongan kata yang berisikan keagungan di dalamnya. Bukankah sesuatu menjadi bukan karena sesuatu itu disebut dengan namanya. tetapi nama sesuatu itu muncul karena ke-ada-an sesuatu itu. Jika mawar kusebut batu tentulah tidak masalah, dia tetap menjadi mawar yang seperti itu, tak akan berubah menjadi batu yang seperti itu. Esensi mawar tidak akan berubah sekalipun namanya diubah seribu kali oleh manusia.

Jika ada sesuatu yang kudapatkan dari sastra yang hidup– bahwa kata-kata adalah sebuah keterbatasan. Kata-kata adalah sekedar cara kita membahasakan rasa. Tapi ternyata tak seutuhnya nuansa dalam rasa akan bisa tergambarkan oleh kata–kita cuma bisa mendekatinya, merasa-rasa saja lewat kata. Sama pula dengan untaian logika di kepala yang tersusun untuk bisa memaknai dan menafsirkan segala yang ada- itu pun cuma bahasa dan ada keterbatasannya. Maka bukanlah kata yang jadi intinya– adalah makna rasa yang terkandung di dalamnya. 

Maka, jika  kubahasakan engkau dengan kekosongan–ketiadaan kata–maafkanlah aku. Karena ternyata tak ada satu kata yang dapat membahasakanmu, lidahku kelu, sementara semua kata yang lewat di otakku tak ada yang cocok denganmu. Namun jika mereka memintaku membahasakan dirimu, ijinkanlah aku menulismu dengan . (titik) saja. Sebab . (titik) adalah karakter simbol paling sederhana yang kukenal. Dari . (titik) jualah sebutan-sebutan mereka tentangmu bisa muncul, entah menjelma menjadi Tuhan, Alah, Allah, Yahweh atau lainnya.

Aku ingin mengenalmu dari makna, dari rasa, bukan dari tulisan dan sebutan saja. Sebab telah sering kudapatkan kekosongan kata-kata, ketika bentuk kata ada tapi maknanya kosong tak terasa.

Maka ijinkanlah aku menghapus dulu semua namamu, semua kitab-kitab, semua ajaran, semua definisi dan persepsi, semua hipotesa dari para filsuf, semua sajak dari para sufi. Ijinkanlah aku mengosongkan semuanya hingga kukenal bentukmu. Ijinkanlah semua makna darinya merasuk ke dalam rasaku–hingga kutemukan inti baru kubahasakan Engkau, entah akan kusebut dengan apa nanti.

2 comments on “Duhai Engkau Yang Namanya Terlalu Banyak

  1. Mutya
    November 27, 2013

    Aih, Septia, tulisan ini keren banget. Aku share di FB ya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 27, 2013 by in Rekayasa Otak.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: