aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Ketika Kaki Berani Melangkah

menghitung-jumlah-langkahc2a0kaki

Perjalanan panjang seorang anak manusia bukanlah dari bumi hingga ke luar angkasa, melainkan beberapa jengkal antara otak dan hatinya

Selama 21 tahun hidup saya di dunia ini akhirnya saya menyimpulkan, bahwa orang-orang yang memahami dirinya dan hidupnya adalah orang-orang yang melakukan perjalanan. Tapi perjalanan seringnya bukanlah soal sejauh apa kita berjalan atau seberapa lama kita berjalan. Ada orang-orang yang menjelajahi dimensi ruang sedemikian rupa tapi hanya sedikir yang dia dapat. Hanya orang-orang yang berjalan dengan sadar yang mampu mengikat makna dan mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di otaknya.

Tradisi ‘berjalan’ ini bukanlah sesuatu yang asing. Dahulu dikenal dengan istilah pilgrimage di eropa sana, istilah hijrah di timur sana, istilah mbambung  di jawa timur sana. Bahkan pada hakikatnya, ibadah haji pun adalah sebuah perjalanan juga. Adam dan Hawa pun pada akhirnya baru bertemu setelah mereka sama-sama berjalan. Ernesto ‘Che’ Guavara pun pada akhirnya menetapkan hatinya untuk ‘murtad’ dari dunia kedokteran setelah dia berjalan.

Tapi perjalanan sebenarnya bukan sekedar berjalan saja. perjalanan yang dilakukan memanglah secara simbolik hanya beberapa jengkal dari otak ke hati, atau secara biologis sebenarnya cuma beberapa sentimeter dari beberapa bagian di otak kita. Perjalanan yang sebenarnya membutuhkan keberanian tersendiri.

Butuh keberanian khusus untuk membuat langkah pertama. Bagaimana tidak, dari langkah pertama ini sebenarnya segala hal dipertaruhkan; apa yang engkau anggap benar, segala nilai-nilai hidupmu, segala konsepsimu tentang dunia, bahkan pandanganmu tentang dirimu sendiri–Ya, akan ada bagian dimana engkau akan ‘menghancurkan’ dirimu sendiri.

Ada kalanya pula, setelah langkah pertama engkau buat dan telah kau mantapkan hatimu untuk berjalan, engkau akan merasa tetiba sendirian. Dunia yang engkau lihat bukan lagi yang sama dengan orang lain lihat. Apa yang jadi nilaimu bukanlah hal yang bisa diterima wajar orang-orang. Tapi engkau tak lagi jadi patung di taman yang hanya melihat bunga-bunga yang mekar. Engkau akan mencintai hidup, dunia, manusia, kejahatan, kebaikan, gelap dan terang sekaligus. Tak akan engkau dapatkan batasan benar-salah, baik-buruk, gelap-terang. Semua berada dalam satu kesatuan.

Tapi tetap saja, tak akan banyak yang berani melangkahkan kakinya. Tak akan banyak yang mau masuk ke dalam gelap untuk mengenal yang mana terang hingga pada akhirnya meruntuhkan tembok batas gelap-terang itu. Tak banyak yang berani sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 22, 2013 by in Mesin Waktu.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: