aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Perubahan

evolusi

Jika ada suatu hal yang pasti terjadi selain kematian pastilah itu perubahan. Entah kita ingin atau tidak, malam akan segera berubah jadi siang, benih yang ditanam cepat atau lambat akan menjadi pohon yang berbuah, anak kecil yang berkeliaran di kampung ini dalam sekejap mata akan berubah menjadi lelaki dewasa. Dan kitapun begitu.

Sudah dua tahun aku tidak menginjakkan kaki di kota ini, wajar banyak yang berubah. Aku ingat sekali dulu waktu pertama kali menginjakkan kaki di Bandung, aku pernah berpikir bahwa Bandung adalah kota yang sakit. Aku yang lahir dan besar di Padang tidak terbiasa melihat berisan anak jalanan dan pengemis muda berjejran di tiap-tiap lampu merah, atau melihat barisan toko-toko kelontong 24 jam yang biasanya didominasi beberapa nama saja, atau jejeran butik-butik dan factory outlet yang tiap akhir pekan disesaki oleh orang-orang yang dengan mudah menghamburkan uangnya, Bandung itu kota yang sakit! Tapi kali ini penyakit itu sudah menular ke kota di wilayah barat Sumatera ini juga ternyata.

Begitupun dengan saya sendiri, bertemu dengan beberapa orang kawan-kawan lama sangat mengingatkan saya–betapa jalan yang telah kami pilih menjadi semakin jelas–betapa jalan yang telah saya pilih begitu berbeda. Tak ada yang bisa dipaksakan dari nilai-nilai yang jadi prioritas. Nilai-nilai yang dianut bukanlah barang jualan yang didagangkan dengan suara keras seperti di pasar sana. Saya paham betul akhirnya, betapa saya berubah menjadi seseorang yang berbeda dari yang lainnya.

Terakhir kami tumbuh bersama itu di tahun 2005, disana aku pikir kami semua masih sejenis, masih terlalu naif untuk memikirkan apa-apa. Dan hanya dalam rentang waktu 8 tahun saja semuanya sudah begitu berbeda. Ada hal-hal nyaman semacam basa-basi tentang masa lalu yang akan selalu bisa menjadi bahan pembicaraan. Kebelakang menjadi sangat terang, tapi begitu melihat ke depan semuanya menjadi berbeda. Apalagi jika saya bercermin ke diri saya sendiri.

Dan dari perubahan yang terjadi inilah sayapun perlahan menemukan orang-orang yang ‘sejenis’, rata-rata dengan cara yang tidak disengaja, entahlah, mungkin kami memang berjodoh, mungkin juga tidak. Dan jika tiap benda memiliki frekuensi naturalnya sendiri, begitupun juga manusia. Dulu frekuensi saya mungkin sama dengan kebanyakan orang, tapi makin kesini saya sadar, yang berada pada frekuensi saya sangat langka, makanya saya sangat-sangat menghargai orang itu.

Setiap perubahan yang saya terima, cara saya menjalani dan menghadapi perubahan tersebut yang akhirnya membentuk saya. Jika yang dulu kini terasa asing, akankah yang sekarang juga akan terasa asing didepan ? Entahlah, yang jelas saya harus siap bertahan sendirian di jalan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 5, 2013 by in Rekayasa Otak.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: