aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Here Comes The Shadow

shadow

between the idea and the reality, between the motion and the act, falls the shadow — t.s. elliot

zona bayangan adalah sebutan saya atas jembatan antara idealisme dan realita. Sejauh ini saya akui saya masih cukup keras kepala untuk jadi naif dan utopis. Tapi saya sadar, cepat atau lambat saya akan melangkahkan kaki di zona bayangan ini. Dan nanti, ini bukan lagi tentang diri saya sendiri, tapi juga tentang orang-orang di belakang saya.

Salah seorang yang paling saya kagumi yang tinggal di zona bayangan ini adalah Nicollo Machiavelli. Pertama kali saya mengenalnya dari buku Il Prince sekitar empat tahun yang lalu. Saking lamanya orang ini berada di zona bayangan, tidak banyak orang yang mampu mengakui kebaikan dari machiavelli. Bahkan dari namanya timbul pula istilah Machiavellian yang kurang lebih berarti : ” suggesting the principles of conduct laid down by Machiavelli; specifically : marked by cunning, duplicity, or bad faith” (disadur dari kamus merriam webster)

Disaat tokoh-tokoh seperti Plato ataupun St. Agustine mengedepankan etika dan teologi dalam berpolitik, Machiavelli justru menyangkal semuanya.  Machiavelli sangat mengedepankan ‘apapun caranya yang penting tujuan tercapai’; jika seorang penguasa ingintetap berkuasa, haruslah ia menggunakan tipu muslihat, licik dan dusta digabung dengan penggunaan kekejaman dan kekuatan.

Sebelum mengeluarkan teori itu, memang Machiavelli sempat ditendang dari barisan politik Republik Firenze (salah satu negara kecil di Italia saat itu). Sempat pula ia dijebloskan dalam penjara. Secara total ia kalah dari perang dan politik.

Tapi yang sering kita lupa, Machiavelli yang sebenarnya justru seorang idealis dan patriot. Dia cuma mengedepankan kenyataan yang memang terjadi di lapangan saja. Jika Plato ataupun St. Agustine memasukkan etika ataupun institusi agama sebagai ‘pengatur’ manusia, Machiavelli meniadakan semua itu. Filsafatnya tidak berawal dari teori-teori, melainkan dari apa yang dialaminya sendiri. Darisanalah ia menerima kenyataan bahwa etika ataupun institusi agama tidak dapat mengendalikan manusia, pada dasarnya manusia memang buas. Bila ‘teori politik’ sebelumya memberi pedoman bahwa seorang pemimpin politik baru sah menggunakan kekuasannya bila disertai moral yang lurus, Il Prince tidak. Dalam kitab ini politik adalah kepiawaian tinggi untuk membentuk, merebut, mempertahankan, dan memperkuat negara, lo stato. Moralitas dan agama hanya penting sepanjang membantu tujuan itu.

Kenapa Machiavelli menyangkal agama sebagai institusi yang bisa ‘menjaga manusia’ ? disini sebenarnya Machiavelli tidak anti terhadap institusi agama, ia cuma menyangkal perannya saja. Baginya, gereja Kristen hanya mengagungkan manusia luhur yang kontemplatif, bukan manusia yang turun langsung dan bertindak. Padahal dalam politik hal yang paling penting adalah virtu, yang berarti ketegasan, kejantanan, kelicikan—- semua usaha yang mengukuhkan kekuasaan.

Disini timbullah salah satu pijakan dasar dari konsep modern. Dengan mengakui virtu  berarti juga diakui bahwa ‘manusia adalah sentral dari semesta’, mengakui si ‘aku’ yang dapat menaklukkan dunia.

Bagi saya, Machiavelli cuma seorang idealis yang coba menjembatani idea dengan keadaan saat itu saja. Pada awalnya dia pun pemegang teori politik ala Plato yang penuh dengan etika itu. Tapi benturan dari sosialnya menyebabkan ia harus rela membuka mata–bahwa kenyataan tidaklah seindah konsep-konsep utopis di kepalanya.

Karena pada akhirnya, apa yang dituju Machiavelli adalah hal yang sama yang ingin dituju filsuf-filsuf lainnya — dunia tanpa penindasan yang harmonis (didalam verità effettuale della cosa). hanya saja, metodenya memang tak mudah diterima dan dipahami oleh semua orang.

Jadi, jika tiba saatnya melangkah di zona bayangan itu, apa yang akan kamu lakukan? tetapkah jadi naif dan utopis? *monolog*

2 comments on “Here Comes The Shadow

  1. Maximillian
    July 31, 2013

    Jika Jesus ( Isa/ Yahsua) benar akan turun kembali pada waktu menjelang hari akhir untuk memimpin manusia kembali, maka pihak pertama yang akan membunuhnya adalah otoritas agama ( gereja), begitu ujaran halus Fyodor Dostoevsky, orang yang menjadi penjaga garda depan kultur Gereja Ortodok Timur, Rusia.

    Selama ribuan tahun, hitunglah sejak Jesus ( Isa/ Yahsua) tiada, maka umat sepeninggalnya berusaha mengumpulkan semua ucapan Beliau, menjadi skriptural, mengooptasi politik kerajaan demi melegitimasi menjadi kerajaan agama, sampai perang berebut hegemoni dan mengumpulkan emas, sebagai kolateral transaksi pasar. Perjuangan ribuan tahun untuk membuat peradaban menjadi stabil, lewat standar moralitas baku berbasis tafsir skripturalis, dengan otoritas singular ( pendeta/ ulama spesialis), tentunya bukan pekerjaan ringan, dan jika memang utusanNya langsung yang hadir kembali ke Bumi, maka bangunan itu menjadi tak dibutuhkan lagi, otoritas keagamaan tentu tak akan rela, begitu nalar naluriah Dostoevsky.

    Sejak Nuh/ Noah membawa spesies Homo sapiens melakukan migrasi antar benua, karena momen glasiasi, yang mengakibatkan tenggelamnya beberapa bagian Bumi, lalu Abraham/ Ibrahim/ Ab Ram/ Brahm membangun model kesatuan konsep keTuhanan di Sumeria 3890 SM, belum ada konstitusi lain yang bisa menjadi standar moral global bagi spesies sapiens, di Planet Bumi. Kerajaan klasik, negara modern, membutuhkan kendali, dan kendali berbasis moralitas yang paling langgeng, hingga 2013 ini, sekitar 5000 tahun ya ? Adalah skrip yang keluar dengan tokoh- tokoh genealogi Abraham/ Ibrahim/ Ab Ram/ Brahm.

    Narasi tafsir skripturalis genealogi Abraham/ Ibrahim/ Ab Ram/ Brahm, penuh dengan standar moral, lalu bagaimana dengan kekuasaan ? Kekuasaan tidak bisa dipegang dengan standar tunggal, harus standar ganda, kalau perlu sepuluh muka, di sinilah Machiavelli menjadi realistik dengan kondisi faktual yang ada, spesies Homo sapiens adalah makhluk cerdas, saking cerdasnya bahkan cenderung suka saling menguasai, bermain sebagai tuhan.

    Menarik menelaah soal “agama” ini memang, bahkan riset linguistik narasi skripturalis agama, bisa membawa ke rekam jejak DNA, akar linguistik, geseran geologis, dan evolusi sistem sosial yang membawa benturan militer berbasis teknologi terbaru di zamannya, menarik.

    Jika paham geseran benua, dan migrasi Homo sapiens berikut ajaran- ajarannya, mungkin bisa gabung diskusi tentang Sundaland- Austronesian Diaspora : http://maxheartwood.wordpress.com/sundaland-austronesian-diaspora-personal-project/

    • Septia Agustin
      July 31, 2013

      wuaaaah… komentar kaka @__leakey__ ini memang selalu menarik hehehehe.
      ada titik dimana agama jadi bergeser dan cuma tersisa sebagai bagian dari nilai budaya masyarakat saja, standard moralitas semu yang hanya dipakai untuk ‘menertibkan’ orang banyak. ya, gimanapun juga tiap 1000 tahun sekali budaya, kebiasaan dan pemahaman mayoritas awam akan bergeser.

      oke kak, segera menuju TKP🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 31, 2013 by in Rekayasa Otak.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: