aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Kematian Pertama

Apakah sebenarnya kematian itu?

Kematian secara medis didefinisikan terjadi ketika otak kehabisan suplai oksigen. Proses kematian diawali dengan sekarat. Proses sekarat mulai terjadi saat suplai oksigen ke otak berkurang secara drastis. Pada saat ini tubuh berusaha sebanyak-banyaknya menyimpan dan energi, inilah sebabnya orang yang sekarat lebih banyak tidur dan tidak sadarkan diri. Ketika energi ini hilang, ikut hilang pula hasrat untuk mendapatkan energi itu lewat makan dan minum. Selain itu, kontrol terhadap pencernaan dan kandung kemih akan perlahan hilang, Perlahan kaki dan tangan akan terasa dingin dan warna kulit akan berubah menjadi biru karena terhentinya aliran darah di bagian tersebut. Hal ini perlahan akan menyebar ke  tubuh bagian atas. Kemudian pernapasan akan terhenti, dan dilanjutkan dengan berhentinya kerja jantung. Saat jantung tidak bekerja lagi, maka tidak ada lagi aliran oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak. Mulai dari sini kerja otak akan terhenti, Inilah definisi kematian secara medis.

Mengerikan? Bagi saya tidak! Ini bukan apa-apa!

Ini adalah sebuah kepastian yang harus kita hadapi, selama masih berdiam diri dalam jasad, maka  cepat atau lambat akan tiba waktunya ruh terlepas dari jasad dan dalam waktu tiga hari setelah ruh terlepas dari jasad, jasad ini pun akan mulai membusuk, dalam satu tahun tidak akan tersisa apa-apa dari kita.

Lalu tiadakah kita? *dalam hal ini saya tidak bicara dalam konteks ruh, hanya keberadaan manusia di dunia ini*

Jika hidup/bernyawa/di dalam jasad adalah yang menyebabkan kita eksis(ada) dalam ruang materi ini, maka tersisanya jasad saja telah menyebabkan kita tidak lagi ada di dunia ini.

dead

Tapi kenyataannya tidak begitu. Ternyata dunia yang ini tidak se ‘konkrit’ dan se’materi’ itu. Saya mengenal orang-orang yang telah mati puluhan hingga ratusan yang lalu yang masih hidup hingga detik ini, Mereka adalah insan yang menembus peraturan dari dunia materi ini. Mungkin alam terlalu sayang ataupun terlalu benci pada mereka sehingga mereka masih (di)hidup(kan) hingga saat ini. Sangat mungkin secuil dari mereka kini menjelma dalam diriku.

Ternyata hidup yang berarti adalah hidup yang dijalani, itulah hidup yang abadi dalam ruang-waktu yang ini.

Maka kematian pertama yang saat ini terjadi pada manusia, bukanlah kematian secara fisik. Kematian pertama adalah saat kita hidup tapi tidak menjalani hidup. Kita yang menjalani hidup secara terburu-buru tanpa tahu apa yang dituju. Kita yang menjalani hidup untuk sekedar eksistensinya dianggap oleh society, kita yang tidak mengenal diri kita sendiri.

Sementara orang-orang masa lampau yang menjalani hidupnya dengan luar biasa, orang-orang yang tahu tentang dirinya sendiri dan menjalaninya sekalipun dianggap berbeda dan salah oleh sekitar, orang-orang yang memilih jalannya sendiri–adalah orang-orang yang kini (hingga ruang ini tiada) hidup, hingga walaupun jasadnya telah tiada– mereka lebih hidup dari kita yang masih bernapas.

Kematian secara fisik bukanlah sesuatu yang dapat dihindari, daripada ditakuti dan dikhawatirkan, lebih baik kita jalani hidup ini selayaknya hidup sebenarnya, hingga tiba waktunya kita mati secara fisik, kematian itu akan kita nikmati, karena kita telah tau kemana kita akan pulang. Semua anak sungai pun akan bermuara ke laut juga. Hiduplah, wahai anak manusia!

Do not pity the dead, Harry. Pity the life for being unlive
— Albus Dumbledore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 28, 2013 by in Mesin Waktu, Rekayasa Otak.
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: