aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

Kebebalan atas Nama Kebenaran dan Nurani yang Mati

benar

padahal sebelumnya saya sudah bertekad, sesuatu yang muncul dari hati, yang tidak akan saya lewatkan ke otak untuk bisa disusun dalam bentuk logika hingga mudah dicerna orang lain akan saya posting di tumblr saya. tapi tak apalah, biar keresahan yang ini saya utarakan disini saja, meski sumber utamanya berasal dari rasa, bukan logika.

Mungkin kita tak pernah sadar sejak kapan hati kita menuntut akan kebenaran darinya yang mengawal kehidupan, pikiran, ucapan dan tindakan kita dalam tiap batasan ruang waktu : dahulu, saat ini dan nanti.

Saat kita mulai bebal akan panggilan kebenaran di dalam hati, cepat atau lambat kebenaran akan berbalik arah, mendidik kita dengan keras, sesuai dengan bobot kebenaran yang kita permainkan.

Dan saat kita tersudut dan bertanya-tanya kapan didikan kebenaran kita ketahui dan kita sadari, didikan kebenaran itu akan tetap bergerak ke sekeliling kita, perlahan tapi pasti menyapu pelan atau cepat semua kebebalan kita, dan sampai di dalam hati kita mengakui kebenaran itu barulah dia akan berhenti.

Keistimewaan dalam hidup ini tidak terdapat pada kekayaan ataupun tingkat intelektualitas. keistimewaan dalam hidup ini terletak pada nurani ; kemampuan untuk merasa, berempati, merasa iba dan mencinta.

Tapi beberapa kejadian belakangan ini, termasuk yang pada akhirnya membuat saya berjalan kaki sendirian di dini hari ini, semakin membuat saya berpikir betapa nurani saat ini telah mati. nurani adalah pelita bagi jiwa. nurani umumnya bisa terasah lewat agama ataupun seni yang terpahami sebagaimana agama dan seni seharusnya. nurani adalah yang menjaga kita agar tetap menjadi manusia, menjaga kita agar kita tidak mencabut akar kemanusiaan kita sendiri.

tapi pelita nurani juga dapat redup lalu hilang karena ego kita sendiri, ketidakmampuan mengolah rasa sendiri dan menutupnya dengan selimut ego dan ketidakmauan kita melihat dari kacamata rasa orang lain.

padahal bensin bagi pelita nurani ini ada dimana-mana. sesederhana dua orang yang saling tidak mengenal dan berbagi payung dikala hujan. sesederana senyuman yang dilayangkan pada orang tidak dikenal yang kebetulan lewat. sesederhana memberikan jalan bagi pejalan kaki yang terburu-buru. sesederhana bersikap lucu,aneh dan urakan untuk mengihibur yang lain.

nurani bernyala bukan karena dipaksa bernyala, ia bernyala karena memang suratannyalah untuk menyala.

tapi nurani akan redup lalu menghilang dibalik tembok kebebalan para (calon) engineer yang lupa memakai hatinya karena terlalu sibuk dengan angka-angka dan kerangka rigid dan lupa kebijaksanaan dari tiap ilmu pengetahuan.

padahal kita sudah diingatkan :

apalah artinya berpikir bila kita terlepas dari persoalan kehidupan?

(rendra)

kepada engkau yang bebal atas nama kebenaran, tak sadarkah kau bahwa nuranimu mulai redup dan sebentar lagi mati?

manusia yang melepaskan diri dari akar kemanusiaannya tak pantas lagi disebut manusia, anda zombie, bukan manusia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 6, 2013 by in Mesin Waktu, Rekayasa Otak and tagged , , .
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: