aseptia

Memento Mori — Ingat, Kau Pasti Mati

join the resistance — let’s fall in love!!

amor fati

Percaya atau tidak—jatuh cinta menjadi tindakan utama dari revolusi, perlawanan terhadap: kebosanan hari ini, pembatasan sosial, budaya konstruktif, serta dunia yang tidak manusiawi.

Cinta dapat mengubah dunia. Dimana para pecinta yang sebelumnya merasakan kebosanan, berangsur merasa bergairah. Dimana dia dulu pernah merasa puas, dia sekarang sangat berhasrat dan memiliki kehendak untuk bertindak atas inisiatifnya sendiri. Dunia yang dulunya tampak kosong dan melelahkan berubah menjadi penuh dengan makna, penuh dengan resiko atau manfaat, maupun penuh dengan kemegahan atau bahaya. Bagi pecinta, hidup adalah hadiah, sebuah petualangan dengan taruhan kemungkinan tertinggi—setiap momen pantas untuk dikenang—sekilas kesedihan tampak sebagai keindahan. Seorang pria yang pernah merasa bingung dan terasing akan mengetahui apa yang diinginkannya ketika dia sedang jatuh cinta. Tiba-tiba keberadaannya akan terasa masuk akal baginya—tiba-tiba itu menjadi sesuatu yang berharga, bahkan mulia baginya. Semangat yang membara adalah penangkal yang akan menyembuhkan kasus-kasus terburuk dari putus asa dan sebentuk pengunduran dirinya dari ketaatan.

Cinta memungkinkan seorang individu untuk terhubung pada sesama di sekelilingnya dengan cara yang bermakna—bahkan memaksa mereka untuk meninggalkan resiko dalam cangkang ketakutannya untuk menjadi lebih jujur dan spontan secara bersama-sama, untuk datang saling mengenal satu sama lain dengan cara yang mendalam. Jadi cinta memungkinkan bagi mereka untuk benar-benar peduli terhadap satu sama lain, bukan berakhir layaknya doktrin agama. Tetapi pada saat yang sama, doktrin itu menarik keluar para pecinta dari rutinitas kehidupan sehari-hari dan memisahkannya dari manusia lainnya. Dia akan merasa sangat jauh dari manusia lainnya, dan hidup dalam dunia yang berbeda dari mereka.

Cinta juga mempunyai pengertian yang subversif, karena mengancam tatanan mapan kehidupan modern. Ritual yang membosankan dari produktivitas hari kerja dan sosialisasi etiket tidak akan berarti bagi orang yang telah jatuh cinta, karena ada kekuatan yang membimbingnya keluar dari inersia belaka penghormatan akan tradisi semata. Strategi pemasaran yang tergantung pada sikap apatis dan ketidak-amanan untuk menjual produk yang menjaga sistem perekonomian tetap berjalan tidak akan berpengaruh baginya. Hiburan yang dirancang untuk konsumsi pasif, yang tergantung pada kelelahan atau sisnisme pada tampilannya, tidak akan menarik baginya.

Tidak ada tempat bagi gairah, pecinta romantis di dunia saat ini, publik ataupun pribadi. Karena dia melihat bahwa mungkin akan lebih bermanfaat dan menyenangkan untuk berpergian ke Alaska (atau duduk di taman dan menyaksikan awan) dengan kekasihnya daripada belajar untuk ujian kalkulus-nya atau menjalankan bisnis real estate, dan dia akan memiliki keberanian untuk melakukannya daripada tersiksa oleh kerinduan. Dia tahu bahwa membobol pagar kuburan dan bercinta di bawah bintang akan membuat malam itu menjadi kenangan yang indah daripada menonton televisi. Jadi cinta menimbulkan ancaman bagi perekonomian kita yang dikendalikan oleh konsumen, yang tergantung pada konsumsi produk (yang sebagian besar tidak berguna) dan tenaga kerja dimana konsumsi ini berguna untuk mengabadikan dirinya sendiri saja.

Demikian pula, cinta merupakan ancaman bagi sistem politik kita, karena sulit untuk meyakinkan seseorang yang hidup dalam hubungan pribadi untuk berjuang dan mati demi negara—dalam hal ini, akan sulit untuk meyakinkannya bahkan hanya untuk membayar pajak. Hal ini menimbulkan ancaman bagi budaya manapun, karena ketika manusia diberikan kebijaksanaan dan keberanian oleh cinta sejati, mereka tidak akan kembali oleh tradisi atau adat yang tidak relevan dengan perasaan yang membimbing mereka.

Cinta bahkan menimbulkan ancaman bagi masyarakat kita sendiri. Gairah cinta diabaikan dan ditakuti oleh kaum borjuis, karena menimbulkan bahaya serius terhadap stabilitas dan membuat mereka iri. Cinta tidak mengijinkan kebohongan, tidak ada kepalsuan, bahkan tidak menyukai setengah kebenaran, tapi menelanjangi emosi dan mengungkapkan rahasia pria dan wanita. Kamu tidak bisa berbohong terhadap respon emosional dan seksualmu—situasi atau ide-ide akan membangkitkan atau mengusir gairah apakah kamu suka atau tidak, apakah itu sopan atau tidak, apakah itu bijaksana atau tidak. Seseorang tidak bisa menjadi pecinta dan (sangat) bertanggung jawab, atau menjadi anggota (yang sangat) terhormat dari masyarakat saat ini pada waktu yang sama—cinta akan mendorong anda untuk melakukan hal-hal yang tidak “bertanggung jawab” atau “terhormat” tadi. Cinta sejati tidak bertanggung jawab, tak tertahankan, memberontak, membenci kepengecutan, berbahaya bagi pecinta itu sendiri dan semua orang yang ada di sekitarnya, dia hanya melayani: semangat yang membuat hati manusia berdetak lebih cepat. Segan terhadap apapun, baik itu pemeliharaan diri, ketaatan, atau rasa malu. Cinta mendesak pria dan wanita untuk bersikap kepahlawanan, dan anti-kepahlawanan sekaligus—untuk tindakan berkelanjutan yang tidak memerlukan pembelaan bagi mereka yang saling mencintai.

Para pecinta akan berbicara menggunakan bahasa moral dan emosional yang berbeda dengan para kaum borjuis. Rata-rata orang borjuis tidak memiliki keinginan yang membara. Sayangnya, semua yang dia tahu adalah diam putus asa yang datang dari hidupnya untuk mengejar tujuan yang telah ditetapkan untuknya oleh keluarganya, pendidiknya, boss-nya, negara-nya, dan budaya-nya, bahkan tanpa pernah bisa mempertimbangkan kebutuhan dan keinginannya sendiri. Tanpa adanya keinginan yang besar untuk membimbingnya, dia tidak mempunyai kriteria untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah untuk dirinya sendiri. Akibatnya dia dipaksa untuk mengadopsi beberapa dogma atau doktrin untuk mengarahkan hidupnya. Ada berbagai macam moralitas yang dapat dipilih dari pasar ide, tetapi moralitas yang dibeli oleh seorang pria menjadi tidak penting selama dia memilih satu karena dia bingung tentang apa yang seharusnya dilakukan dengan dirinya dan hidupnya. Berapa banyak pria dan wanita, yang tidak pernah menyadari bahwa mereka memiliki pilihan untuk memilih nasib mereka sendiri, hidup dalam kabut yang pitam sekalipun, berpikir dan bertindak sesuai dengan hukum yang telah diajarkan kepada mereka, hanya karena mereka tidak lagi memiliki ide lain tentang apa yang harus dilakukan? Tetapi sang pecinta tidak memerlukan pre-fabrikasi prinsip untuk mengarahkannya; hasratnya mengidentifikasi apa yang benar dan salah untuknya, hatinya memandu untuk menjalani kehidupannya. Dia melihat keindahan dan makna dunia, karena hasratnya melukis dunia dengan warna-warna ini. Dia tidak memerlukan dogma, sistem moral, perintah dan kepatuhan, karena dia tahu apa yang harus diakukan tanpa menuruti instruksi.

Cinta bahkan menimbulkan ancaman bagi masyarakat kita sendiri. Gairah cinta diabaikan dan ditakuti oleh kaum borjuis, karena menimbulkan bahaya serius terhadap stabilitas dan membuat mereka iri. Cinta tidak mengijinkan kebohongan, tidak ada kepalsuan, bahkan tidak menyukai setengah kebenaran, tapi menelanjangi emosi dan mengungkapkan rahasia pria dan wanita. Kamu tidak bisa berbohong terhadap respon emosional dan seksualmu—situasi atau ide-ide akan membangkitkan atau mengusir gairah apakah kamu suka atau tidak, apakah itu sopan atau tidak, apakah itu bijaksana atau tidak. Seseorang tidak bisa menjadi pecinta dan (sangat) bertanggung jawab, atau menjadi anggota (yang sangat) terhormat dari masyarakat saat ini pada waktu yang sama—cinta akan mendorong anda untuk melakukan hal-hal yang tidak “bertanggung jawab” atau “terhormat” tadi. Cinta sejati tidak bertanggung jawab, tak tertahankan, memberontak, membenci kepengecutan, berbahaya bagi pecinta itu sendiri dan semua orang yang ada di sekitarnya, dia hanya melayani: semangat yang membuat hati manusia berdetak lebih cepat. Segan terhadap apapun, baik itu pemeliharaan diri, ketaatan, atau rasa malu. Cinta mendesak pria dan wanita untuk bersikap kepahlawanan, dan anti-kepahlawanan sekaligus—untuk tindakan berkelanjutan yang tidak memerlukan pembelaan bagi mereka yang saling mencintai.

Para pecinta akan berbicara menggunakan bahasa moral dan emosional yang berbeda dengan para kaum borjuis. Rata-rata orang borjuis tidak memiliki keinginan yang membara. Sayangnya, semua yang dia tahu adalah diam putus asa yang datang dari hidupnya untuk mengejar tujuan yang telah ditetapkan untuknya oleh keluarganya, pendidiknya, boss-nya, negara-nya, dan budaya-nya, bahkan tanpa pernah bisa mempertimbangkan kebutuhan dan keinginannya sendiri. Tanpa adanya keinginan yang besar untuk membimbingnya, dia tidak mempunyai kriteria untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah untuk dirinya sendiri. Akibatnya dia dipaksa untuk mengadopsi beberapa dogma atau doktrin untuk mengarahkan hidupnya. Ada berbagai macam moralitas yang dapat dipilih dari pasar ide, tetapi moralitas yang dibeli oleh seorang pria menjadi tidak penting selama dia memilih satu karena dia bingung tentang apa yang seharusnya dilakukan dengan dirinya dan hidupnya. Berapa banyak pria dan wanita, yang tidak pernah menyadari bahwa mereka memiliki pilihan untuk memilih nasib mereka sendiri, hidup dalam kabut yang pitam sekalipun, berpikir dan bertindak sesuai dengan hukum yang telah diajarkan kepada mereka, hanya karena mereka tidak lagi memiliki ide lain tentang apa yang harus dilakukan? Tetapi sang pecinta tidak memerlukan pre-fabrikasi prinsip untuk mengarahkannya; hasratnya mengidentifikasi apa yang benar dan salah untuknya, hatinya memandu untuk menjalani kehidupannya. Dia melihat keindahan dan makna dunia, karena hasratnya melukis dunia dengan warna-warna ini. Dia tidak memerlukan dogma, sistem moral, perintah dan kepatuhan, karena dia tahu apa yang harus diakukan tanpa menuruti instruksi.

Mungkin ada yang mengatakan bahwa ini adalah tindakan konyol jika kita memohon orang lain untuk jatuh cinta—jatuh cinta atau tidak, itu bukanlah pilihan yang dibuat secara sadar. Emosi tidak mengikuti instruksi dari pikiran rasional. Tapi lingkungan dimana kita hidup memiliki pengaruh besar pada emosi kita, dan kita bisa membuat keputusan rasional yang akan mempengaruhi lingkungan ini. Itu memungkinkan untuk mengubah lingkungan yang memusuhi cinta menjadi sebuah lingkungan yang akan menganjurkan cinta. Tugas kita adalah untuk menciptakan sebuah dunia dimana orang bisa jatuh cinta, dan dengan demikian merekonstruksi umat manusia sehingga kita akan siap untuk sebuah “revolusi” yang dibicarakan ini—sehingga kita akan menemukan makna dan kebahagiaan dalam hidup kita.

Bagaimana jika semua orang memutuskan benar dan salah untuk diri mereka sendiri, tanpa memperhatikan moralitas konvesional? Bagaimana jika semua orang melakukan apapun yang mereka mau, dengan keberanian untuk menghadapi konsekuensi? Bagaimana jika semua orang takut tanpa cinta, lebih takut kehidupan yang monoton daripada mengambil resiko, lebih dari mereka takut akan kelaparan, kedinginan, dan dalam bahaya? Bagaimana jika semua orang meletakkan “tanggung jawab” dan “akal sehat” mereka, dan berani mengejar mimpi terliar mereka, untuk mengatur cara hidup mereka dan hidup seolah-olah itu hari terakhir bagi mereka? Bayangkan dunia akan menjadi seperti apa!?

Bergabunglah dalam perlawanan ini—dimulai dengan jatuh cinta!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 18, 2012 by in Rekayasa Otak and tagged , .
Product Logic

Dan Schmidt's thoughts on building products.

The Hardest Science

A psychology blog. Thoughts about the mind, science, society, and whatever else.

Bermatematika

Blog Matematika ala Hendra Gunawan

Bersains

#Bersains

Jejak Kehidupan

"SEringkali hidup ini menyakitkan, seringkali hidup ini membosankan, bahkan seringkali hidup ini mengecewakan. Tetapi dibalik semua itu tersimpan suatu harapan unutk mencapai keberhasilan dan kesuksesan" Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Maritime Cyprus

International Maritime News Forum

Othervisions

there's a life beyond our life, so go out there

LADYKITARI

Writing to reach you.

KATA NYA

"you're here for a reason"

%d bloggers like this: